Tempat Wisata Yang Hits Disekitaran Solo (Part 1)

Indonesia memang indah, begitu banyak tempat-tempat wisata yang bisa kita kunjungi. Tiap-tiap daerah pun berlomba untuk mencuri perhatian para wisatawan, baik lokal maupun manca. Yang pastinya dengan menyuguhkan pemandangan alam yang keren, eksotik dan luar biasa cantik.

Begitu juga daerah di sekitaran Solo, seperti Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen dan Klaten. Daerah-daerah tersebut saling berlomba untuk menarik wisatawan.
Disini penulis mencoba merangkum beberapa tempat wisata di sekitaran Solo yang jauh lebih menarik dan berbeda dari lainnya untuk Anda jelajahi bersama dengan orang-orang kesayangan.

1. Gardu Pandang Suroteleng, Selo (Boyolali)

Foto : @arumlara_ste | Suroteleng – NgopiBener

Bayangkan Anda bisa melihat gabungan keindahan dari Gunung Merbabu serta Kota Boyolali di antara balutan pepohonan hijau ?


Susah membayangkannya?

Foto : @ayef_abdullah12 | Suroteleng – NgopiBener

Tidak perlu khawatir, kenapa harus membayangkan ? Anda bisa langsung datang ke Gardu Pandang Bukit Batur yang ada di puncak Suroteleng untuk menyaksikan harmonisasi alam nan indah tersebut. Kolaborasi antara hawa dingin dan kabut tipis di sekitarnya pun menambah keeksotisan tempat ini.

Di gardu dengan dua menara bambu ini yang terhubung oleh jembatan tali ini, Anda tak hanya disuguhi pemandangan alam pegunungan yang luar biasa indahnya, tapi juga kesempatan menyaksikan sunrise yang memukau.

Jangan lupa bawa kamera, jika berkunjung ke tempat ini.

Alamat: Dusun Suroteleng, Desa Samiran, Kecamatan Selo , Boyolali, Jawa Tengah 57363
Tiket Masuk: Gratis
Cara ke Sana: Jarak menuju Dusun Suroteleng dari jalan utama Boyolali – Magelang kurang lebih 2,5 Km.
Dari jalan utama Boyolali – Magelang terdapat papan petunjuk menuju Dusun Suroteleng (papan tersebut tidak terlihat jelas jika dari arah Magelang karena terhalang tembok).

 

2. Geopark Batu Seribu “Bukit Sepikul” (Sukoharjo)

Foto : @wisnuairmas | Batu Seribu – NgopiBener

Salah satu potensi utama kawasan geoopark Batu Seribu adalah Bukit Sepikul. Asal-usul nama Bukit Sepikul sendiri lantaran Gunung Sepikul dengan Gunung Kembar, sebutan gunung dihadapannya, terlihat sejajar seolah keduanya adalah gunung yang siap dipikul.

Yang paling indah di sini adalah pemandangan bukit-bukit batu berpadu dengan pepohonan rindang yang sangat eksotis dan berkesan purba.

Foto : bayuwibowo | Batu Seribu – NgopiBener

Dari puncak bukit, Anda akan bisa menyaksikan landscape alam Sukoharjo, mulai dari sawah, pepohonanan dengan Gunung Merbabu sebagai latar. Dan momen yang melegenda di sini adalah ketika sore menjelang, dari Watu Tumpuk, Anda akan bisa menyaksikan momentum matahari rebah ke peraduannya, yang menjadikannya pengalaman yang tiada bandingannya.

Alamat: Desa Gentan, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, Jawa Tengah
Tiket Masuk: Gratis, tapi ada tiket parkir kendaraan mulai dari Rp2.000,-
Cara ke Sana: Ikuti rute Solo-Wonogiri menuju ke gerbang Obyek Wisata Batu Seribu. Ikuti petunjuk arah untuk menuju ke Bukit Sepikul.

 

3. Bendungan Colo (Sukoharjo)

Foto : soga soegiarto | Bendungan Colo – NgopiBener

Kesan pertama ketika mendengar kata bendungan, adalah air melimpah yang ditahan oleh struktur bangunan khusus, plus saluran irigasi untuk mengalirkannya.

Tidak salah. Anda bisa menyaksikan hal yang sama di Bendungan Colo, Sukoharjo. Namun, ada sedikit perbedaan yang asyik di tempat ini, yaitu susunan beton-beton pemecah arus yang simetris dan tertata amat rapi. Saat hujan dan air melimpah di Sungai Bengawan Solo, beton pemecah arus ini berfungsi efektif untuk menahan dan memecah derasnya arus sehingga tidak terlalu berbahaya. Namun saat musim kering, beton-beton tersebut menjadi spot yang keren untuk dijadikan tempat berfoto.

Bendungan Colo – NgopiBener

Pernah bermimpi berjalan di atas air, atau merasakan sensasi duduk dan berbaring di atasnya ?
Di sini Anda bisa mendapatkannya. Bendungan Colo juga menawarkan pemandangan yang alami, bahkan di dekat bendungan terdapat taman dengan pohon-pohon rindang yang asyik untuk leyeh-leyeh. Selain itu, di sini juga menjadi spot yang istimewa bagi para penggemar mancing karena banyaknya jenis ikan yang ada di sana.
Selain pesona Bendung Colo, Anda juga bisa melihat aliran air bekas proyek bangunan di sebelah utara bendungan. Tempat ini seringkali menjadi pilihan para pengunjung. Pesonanya yang memadukan unsur tanah, air, dengan bentuk alirannya yang cukup menarik, menjadikan pengunjung senang menjadikannya sebagai spot untuk berfoto.

Tertarik untuk mengunjungi ?

Alamat: Desa Pengkol, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah 57571
Tiket Masuk: Gratis
Cara ke Sana: Kurang lebih 60 menit dari Kota Solo. Akses menuju Bendungan Colo cukup mudah, dari Jalan Raya Sukoharjo-Wonogiri (Pasar Jamu Nguter Sukoharjo) hanya membutuhkan tak lebih dari 15 menit berkendara untuk sampai di lokasi. Jalan yang ditempuh adalah jalanan desa. Ketika memasuki kawasan Nguter, jalan yang dilalui tidak ramai kendaraan dan bisa menikmati keindahan alami dari alam sekitar Nguter.

 

4. Studio Alam, Lereng Gunung Lawu (Karanganyar)

Foto : Erickson Sihombing | Studio Alam – NgopiBener

Berbicara tentang Gunung Lawu memang tidak ada habisnya. Gunung yang terletak diperbatasan kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah dan Magetan, Jawa Timur ini memiliki banyak destinasi wisata yang berada dilerengnya. Sebut saja seperti obyek wisata Kebun Teh Kemuning, Candi Cetho, Candi Sukuh, Grojogan Sewu, Air Terjun Jumog, Telaga Sarangan, Tawangmangu dan lain-lain.

Ternyata ada sebuah obyek wisata yang menarik yang belum semua pengunjung mengetahuinya, yaitu Studio Alam. Yang merupakan sebuah lokasi air terjun dimana airnya bersumber dari mata air di Gunung Lawu.
Yang lebih menarik adalah sebuah visualisasi lukisan alam, dan suguhan utama pada tempat ini adalah hijaunya lumut yang tumbuh subur yang melekat harmonis di bawah tebing yang tinggi, tepat dibawah jatuhnya air terjun yang membuat mata pengunjung semakin fresh.

Foto : Erickson Sihombing | Studio Alam – NgopiBener

Lokasi wisata Studio Alam ini sempat menjadi perbincangan di media sosial Instagram. Salah seorang pengunjung yang berasal dari luar kota mampir dan mengabadikan tempat ini, kemudian mengunggahnya di Instagram. Dan postingannya mendapat respon dari akun Instagram Anak Gunung Lawu, hingga akhirnya menjadi perbincangan hangat di media sosial tersebut.
Air Terjun Studio Alam tidak sepopuler air terjun-air terjun lain di lereng Lawu yang sudah dikembangkan menjadi tempat wisata mainstream, ini karena lokasi Air Terjun Studio Alam memang tidak accessible. Lagipula, air terjunnya juga biasa-biasa saja.

Satu-satunya yang menarik dari Air Terjun Studio Alam adalah suasana alamnya yang begitu terasa. Maklum saja karna hampir tak ada orang yang berkunjung ke sini kecuali para pendaki yang kebetulan mampir.
Meski debet airnya tidak seberapa, namun Air Terjun Studio Alam ini terlihat sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dari Grojogan Sewu. Dikelilingi oleh tebing-tebing batu yang membuat saya ngeri sendiri saat membayangkan bagaimana kalau seandainya tebing-tebing itu runtuh saat itu juga sementara orang-orang sedang asik berhaha-hihi di bawahnya. Can’t imagine.
Air yang jatuh dari ketinggian kemudian mengalir ke sebuah sungai kecil berbatu, membuat suasana natural di tempat ini benar-benar terasa. Tak ada suara kendaraan sama sekali. Hanya cuitan burung-burung liar serta gemuruh air saja yang terdengar.

Foto : Erickson Sihombing | Studio Alam – NgopiBener

Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
Hutanmu adalah misteri segala
Cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta
(Su Hok Gie “Mandalawangi-Pangrango”)

Demi memaksimalkan potensi wisata yang satu ini, pihak Perhutani Gunung Lawu dan Anak Gunung Lawu akan terus membenahi akses menuju lokasi Studio Alam yang berada di lereng Gunung Lawu tersebut.

Yakin…? Tidak tertarik dengan tempat ini ?

Alamat: Lereng Gunung Lawu (lewat jalur pendakian “Cemoro Kandang”)
Cara ke Sana: Untuk mencapai lokasi Studio Alam ini, dari terminal Tawangmangu Anda menuju ke Cemoro Kandang (jalur pendakian Jawa tengah), dari basecamp Cemoro Kandang membutuhkan waktu tempuh sekitar 30 menit melalui jalur pendakian yang lumayan ekstrim. Mengingat akses menuju lokasi Studio Alam tergolong terjal, pengunjung wajib didampingi petugas (AGL “Anak Gunung Lawu”) yang berada di Pos Induk Cemoro Kandang.

Tentunya masih banyak lagi, tempat-tempat yang akan saya ulas di sini.
Dan jika Anda bersedia menunggu, silahkan menunggu “Tempat Wisata Yang Hits Disekitaran Solo (Part 2)”

Copyright © 2017 NgopiBener, All rights reserved.