Filosofi Kopi

Secangkir kopi adalah sebuah representasi akan realitas kehidupan.

Secangkir kopi tak hanya sebuah minuman hangat berwarna hitam pekat dengan dominan rasa pahit yang sesekali diselingi rasa manis serta dilengkapi aroma yang mampu membangkitkan semangat.

Secangkir kopi yang dari cara penakarannya secara tidak langsung merefleksikan kehidupan si peminumnya.

Secangkir kopi juga mengajarkan tentang makna pentingnya mencapai sebuah hasil ‘rasa’ yang nikmat.

Meracik…

Menunggu menjadi hangat…

Kemudian menyeduh…

Merupakan rangkaian proses untuk menikmati rasa tersebut. Secangkir kopi bukan hanya sekedar minuman pelepas dahaga, secangkir kopi diseruput selayaknya mengeja kata demi kata dari sebuah makna kehidupan.

Warna hitam yang pekat dalam secangkir kopi, mengingatkan pada hakikat hidup yang penuh misteri. Tak satu pun dari kita yang bisa mengetahui dengan pasti apa yang akan kita alami hari ini dan masa yang akan datang. Walaupun kita telah berusaha mengantisipasi dengan sebuah perencanaan yang matang, akan tetapi manusia hanya bisa berencana, realitas kehidupan tetap mengikuti ‘keinginan’ Tuhan, dan itu penuh dengan misteri.

Dalam hidup, kita sering di ‘tuntut’ untuk berteman akrab dengan perubahan, segala yang kita rencanakan bisa berubah total hanya dalam waktu yang singkat.

Esensi tentang perubahan dalam hidup pun bisa ditemui dalam secangkir kopi. Saat seruputan pertama pada secangkir kopi, kita akan mengalami sensasi perubahan rasa. Rasa yang paling pertama dikenali oleh indera pengecap kita adalah pahit yang seakan ‘menonjok’ sistem saraf kita sehingga kita menjadi terjaga.

Rasa pahit lambat laun berubah menjadi manis yang menggelitik pori-pori lidah kita dan tanpa disadari mengukir senyuman pada wajah kita. Setelah rasa manis diresapi hingga puas, rasa itu perlahan berubah menjadi rasa asam yang melekat di pangkal lidah.

Tiap rasa yang dikecap dari secangkir kopi turut mengajarkan kita pada beragam ‘rasa’ yang kita temui dalam kehidupan ini. Rasa manis mengingatkan pada momen-momen indah yang membuat kita tersenyum bahagia dan tertawa lepas. Dan ini adalah representasi dari kebahagiaan dalam hidup.
Bukan hanya manis saja yang kita rasakan, ada rasa lainnya seperti pahit dan asam. Begitu juga dalam hidup, tak hanya senang dan bahagia yang kita rasakan, terkadang kita dihadapkan pada momen-momen ‘pahit’ yang membuat kita merasa sedih, terluka, atau bahkan berduka dan menitikkan air mata, atau kejadian yang ‘asam’ mendorong emosi kita naik ke ubun-ubun akibat kekesalan kita pada seseorang atau sesuatu.

Karenanya, mengonsumsi secangkir kopi hitam menjadikan sebuah ‘ritual’ bagiku, karena selalu membantuku untuk menjalani hari demi hari dan merengkuh makna hidup yang tengah kujalani.

Secangkir kopi telah bercerita kepadaku bahwa yg hitam tak selalu kotor dan yang pahit tak selalu menyedihkan.

Jangan lupa ngopi.!

Copyright © 2017 NgopiBener, All rights reserved.